about.my.id

cara mengatasi karburator bocor

cara mengatasi karburator bocor

Ini adalah sharing pengalaman bagi anda yang sedang mencari cara mengatasi karburator bocor atau rembes. Bagi pemilik kendaraan khususnya roda dua yang masih memakai karburator alias belum menggunakan Fuel Injection ( FI ), seringkali dihadapkan dengan suasana dimana tiba – tiba motor bau bensin. Kondisi parahnya antara lain tiba – tiba ada tetesan bensin. Hal ini tentunya bukan kabar baik, mengingat harga bensin atau bahan bakar minyak yang semakin naik maka rembesnya bensin berarti pemborosan alias hal yang mubazir. Bensin terbuang percuma.

Hal yang sama pernah terjadi pada motor saya. Dimana setelah saya melakukan servis rutin di bengkel resmi, motor menjadi enakan, namun setelah sampai rumah kok tercium aroma bensin yang cukup kuat. Secara insting saya longok kebagian area saluran bahan bakar dan benar ada rembesan disekitar karburator.

Karena di bengkel resmi memberikan garansi servis selama 500 KM atau seminggu setelah servis, berbekal kuitansi dan bukti servis saya meluncur lagi ke bengkel keesokan harinya. Motor saya diperbaiki lagi dan masalah beres.

Selang beberapa bulan saya kembali servis rutin ke bengkel resmi juga. Hal tidak mengenakkan tersebut kembali terulang, karburator saya rembes dan bahan bakar terbuang percuma. Hal yang sama juga saya lakukan, berbekal bukti servis saya kembali ke bengkel untuk meminta pertanggung jawaban.

Namun, saya berfikir bagaimana cara mengatasi karburator bocor tanpa saya bolak – balik ke bengkel. Mengingat saya tidak bisa selalu standby dan pergi ke bengkel karena saya punya tanggung jawab pekerjaan.

Sepanjang perjalanan saya berfikir dan menemukan gagasan yaitu, setelah diservis saya tidak langsung meninggalkan bengkel. Tetapi saya tungguin motor selama kurang lebih seperempat jam. Sambil sesekali melihat kearah karbu dan bagian lain jika ada aroma janggal.

Setelah itu saya buat muter – muter dulu  motor yang habis diservis dengan kombinasi bukaan gas dan sesekali berhenti untuk mengecek kondisi karbu dan sekitarnya dijalan sekitaran bengkel. Mengecek apakah ada rembesan atau kejanggalan.

Selain itu saya juga cek kondisi tebeng dan panel panel lain apakah ada yang kendor atau lampu mati baik sein atau lampu stop. Setelah saya rasa sudah OK, baru saya meninggalkan bengkel.

Dengan cara seperti itu, saya mengorbankan sedikit waktu untuk berlama – lama dibengkel tapi kedepannya saya bisa meminimalisir untuk balik ke bengkel gara – gara klaim ketidak beresan motor setelah diservis yang dapat menimbulkan kekecewaan terhadap salah satu bengkel.

Saya tidak mengklaim bahwa bengkel resmi tidak semuanya bagus, karena banyak faktor yang mungkin bisa jadi penyebab gagalnya proses perbaikan. Jadi perlu adanya saling mengerti antara pihak konsumen dan penyedia jasa.

Demikian pengalaman saya dalam proses pencarian cara mengatasi karburator bocor. Semoga bermanfaat.

Comments :

Leave a Reply