about.my.id

peran guru dalam proses belajar mengajar

peran guru dalam proses belajar mengajar

Sebelum membahas tentang peran guru dalam proses belajar mengajar, ada baiknya saya mencari apa sebenarnya arti atau definisi dari guru dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, guru adalah orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Sedang menurut WIKIPEDIA, Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Dari definisi diatas, saya menyimpulkan secara khusus bahwa guru adalah seseorang yang mengajarkan kita terhadap sesuatu yang awalnya kita tidak tahu menjadi tahu. Namun, secara umum saya menyimpulkan bahwa apapun itu baik benda mati ataupun hidup yang dapat saya ambil setidaknya sebuah hal baru yang semula tidak atau belum saya ketahui, maka dia adalah guru saya, Tidak hanya sebatas pada manusia.

Oke, saya akan berpendapat sendiri berdasarkan pengalaman hidup saya sendiri, jadi silahkan anda mengambil kesimpulan dari pengalaman saya ini untuk mencari sedikit dari banyaknya peran guru dalam proses belajar mengajar.

Sebelumnya ini adalah murni dari pengalaman saya, tanpa menyudutkan pihak tertentu atau orang tertentu.

Saat ini saya bekerja pada salah satu perusahaan asing. Jadi, otomatis bahasa Inggris sangat sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan di perusahaan ini untuk berkomunikasi dengan atasan ataupun dengan departemen lain. Dan untuk hal tersebut saya belum memiliki kendala yang komplek walau sekedar menjawab yes, no, maybe atau sorry sir, karena kemampuan bahasa Inggris saya bisa dikatakan dibawah standart. Itupun karena dulu saya suka mendengar lagu – lagu slow rock barat sehingga telinga saya secara terpaksa belajar kosakata Inggris. Ditambah ketertarikan saya dengan komputer dan bahasa pemrograman yang secara pribadi lebih pas dan sesuai jika berbahasa Inggris.

Permasalahan tidak terdapat pada keadaan “kok bisa, saya yang tidak lancar berbahasa Inggris diterima diperusahaan asing” tapi kenapa saya tidak belajar bahasa Inggris agar bisa mengikuti dan mungkin bisa lebih berkembang kemampuan bahasa Inggris saya.

Suatu hari saya diajak ngobrol oleh atasan dengan durasi yang cukup panjang. Disitu saya mulai merasa bahwa kemampuan berbahasa Inggris saya perlu saya tingkatkan. Karena saya sadar bahwa kemampuan untuk menjawab yes, no, maybe, thank you, dan lain sebagainya itu jauh dari kriteria cukup untuk dikatakan bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris.

Karena hal tersebut, jujur terlintas dalam hati saya untuk menyalahkan guru bahasa Inggris saya ketika saya pertama kali belajar bahasa Inggris karena menilai beliau kurang cakap dalam mengajar.

jahat sekali pikiran saya itu …

Sebagai gambaran, guru saya waktu itu adalah seorang laki – laki yang mungkin sudah berumur 35-40 Tahun, dengan gaya bicara yang medhok dalam logat Inggrisnya, wajah yang kurang bersahabat, serta kurang begitu bisa untuk mengambil hati anak didiknya. Sehingga kesan pertama kali ketika bertemu adalah kesan yang kurang bersahabat.

Dari kesan pertama tersebut ternyata berimbas pada minat dan ketertarikan pada materi yang disampaikan. Berimbas pula pada penguasaan materi yang disampaikan yang ditandai dengan nilai yang kurang bagus ketika ujian dilaksanakan.

Sebagai pembanding, suasana serupa terjadi lagi ketika saya menerima pelajaran kimia untuk pertama kali. Saya mendapat guru yang hampir sama dengan guru bahasa Inggris tersebut. Alhasil nilai kimia saya kurang memuaskan. Ketika naik kelas, saya mendapat guru kimia yang berbeda, Beliau bisa menyampaikan dan mengambil hati siswa, dan wow nilai saya bisa dibilang bagus. Tapi sayang ketika kelas tiga, kembali lagi saya mendapat guru yang mengampu kimia sama persis dengan guru kimia saya waktu kelas satu, balik lagi nilai saya jelek.

Kesimpulan saya, guru pendidikan dasar hendaknya tidak hanya pandai dalam berteori, pandai dalam menguasai materi, namun hendaknya ditambah juga dengan cakap dalam menyampaikan materi, cakap dalam mengambil hati dan menguasai lingkungan. Sehingga kegiatan belajar mengajar akan terasa menyenangkan.

Sebagai catatan tambahan, faktor dari diri siswa juga sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Jadi bukan 100% kegagalan dalam belajar itu berasal dari guru.

OK, silahkan diambil kesimpulan dari peran guru dalam proses belajar mengajar, semoga bermanfaat.

Comments :

Leave a Reply